KIRIM SURAT UNTUK HABIB RIZIEQ "MARI KITA DENGARKAN INSINYA"?

0 Просмотры
Издатель
Baik Bahar Smith dan Rizieq Shihab keduanya telah mendekam di Lapas. Yang satu sudah divonis, sementara yang terakhir masih menunggu giliran. Dalam surat yang dikirim Bahar kepada Rizieq, Bahar menganggap Rizieq sebagai guru, bahkan ayahnya. Mereka berdua merasa sedang dizalimi. Mereka mungkin lupa bercermin. Ingin rasanya memberikan mereka cermin, agar mereka mengetahui sepak terjang mereka selama ini.

Dikutip dari laman , Bahar bin Smith mengirim surat untuk Rizieq Shihab. Begini redaksinya :

Wahai Imamku Habibana Rizieq bin Syihab.

Maafkan anakmu ini yang tidak bisa berbuat apa-apa dari balik dinginnya teralis besi. Anakmu ini mendoakan agar Allah memberikan kepada Habib kesehatan, kekuatan dan menghancurkan musuh-musuh yang menzalimi Habib. Demi Allah mendidih darahku ketika mendengar Habib ditahan. Habib teladanku, pedomanku, guruku, ayahku dan aku akan selalu berada di barisan dan komando Habib. Dari anakmu Bahar bin Smith.

Ayahku, ibuku, keluargaku, nyawaku, menjadi tebusan untuk selalu membela habib.

Bahar bin Ali bin Smith

Lapas Gunug Sindur, 11 Februari 2021.

Bahar Smith divonis 3 tahun penjara karena terbukti melakukan penganiayaan terhadap 2 orang remaja. Disebutkan bahwa dirinya menyesal telah melakukan perbuatan tersebut dan berusaha melakukan mediasi terhadap keluarga para korban. Namun di sisi lain, Ia merasa dizalimi. Bahkan dengan tegas Ia merasa dizalimi oleh pemerintahan Jokowi. Sampai-sampai dari mulutnya keluar kata-kata, "Sampaikan kepada Jokowi, tunggu saya keluar!." kata Bahar setelah sidang berlangsung. "Tunggu saya keluar. Ketidakadilan hukum dari Jokowi. Tunggu saya, akan dia rasakan pedasnya lidah saya," ancam Bahar lagi.

Jadi, meminjam bahasa latin, fenomena ini disebut sebagai “contradictio in terminis”. Dua hal yang bertolak belakang. Menyesal tapi menyalahkan orang lain. Vonis akibat Kelakuan sendiri tapi menyalahkan pemerintah, bahkan Jokowi yang dianggapnya sudah bertindak tidak adil. Sungguh kekonyolan yang luar biasa !

Nah, kemudian Bahar mengirim surat kepada Rizieq. Mungkin merasa senasib sepenanggungan. Sebagai murid, apalagi Bahar menganggap dirinya sebagai anak merasakan nasib yang sama dengan sang Guru. Merasa sama-sama dizalimi oleh rezim Jokowi. Lagi-lagi semoga di lapas yang sekarang mereka tempati ada cermin, sehingga mereka bisa berkaca tentang perbuatan mereka selama ini.

Keberadaan mereka di lapas tidak dapat menjadi tolok ukur bahwa mereka kelak akan menyadari kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat. Atau dengan kata lain, kesadaran tidak otomatis muncul ketika tubuh dan fisik mereka ditahan di dalam sebuah penjara atau lapas. Sebaliknya, lapas atau penjara bisa jadi semakin menguatkan prinsip yang mereka percayai. Betapapun salahnya prinsip tersebut. Tidak ada jaminan.

Contoh kasus untuk sosok Rizieq Shihab sendiri. Tokoh dan Imam Eks FPI ini bukan sekali saja meringkuk di lapas. Semenjak zaman Megawati, SBY dan kini di zaman Jokowi, praktis sudah tiga kali mendekam di lapas. Apakah dia berubah ? Tidak !

Namun bukan berarti keberadaan penjara lapas atau apapun namanya menjadi tidak penting. Dalam Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan disebutkan bahwa Lembaga Pemasyarakatan yang selanjutnya disebut LAPAS adalah tempat untuk melaksanakan pembinaan Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan.

Baik Bahar maupun Rizieq bukan terpidana teroris. Penangkapan atau status tersangka Rizieq terkait kasus kerumunan pada sejumlah acara di Petamburan, Jakarta Selatan. Salah satunya terkait acara akad nikah sang putri, Sabtu, 14 November lalu. Rizieq Shihab dinilai melanggar Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan dan Pasal 216 KUHP tentang menghalang-halangi ketentuan undang-undang dengan ancaman 6 tahun penjara.

Di luar status tersangka Rizieq dan vonis yang sudah dijatuhkan kepada Bahar bin Smith, akankah mereka menjadi pribadi yang berbeda ketika keluar dari Lapas ? Tidak ada yang tahu dan tidak ada jaminan. Karena sejatinya, kesadaran tidak datang dari pihak eksternal. Apapun jenis pembinaan yang dilakukan di lapas, itu sifatnya eksternal belaka. Perubahan sikap, sifat adalah sesuatu yang datang dari pribadi yang bersangkutan. Suatu proses internal dalam diri mereka masing-masing. dst
SUMBER OPINI

#BaharSmith #HabkbRizieq #SuratBaharSmith
SUDUT PANDANG BERISI VIDEO OPINI BERSUMBER DARI , TOLONG BEDAKAN ANTARA BERITA DAN OPINI.
JIKA ANDA TIDAK SETUJU DENGAN OPINI INI, SILAKAN KUNJUNGI ATAU HUBUNGI MELALUI EMAIL SUDUTPANDANGONLINE@
KIRIM PESAN MELALUI DM INSTAGRAM
BERBEDA PANDANGAN DALAM POLITIK ADALAH HAL YANG WAJAR, JADI TETAP SANTUY!

Copyright Disclaimer :
- Under section 107 of the Copyright Act of 1976
- Every Video, Audio, Footage, Image etc in this content under terms of Fair Use, Permitted by Copyright Statute.
- Every Content in this Channel for purpose such as Education, News Report, interpretation etc.
Категория
Комедии онлайн
Комментариев нет.
Яндекс.Метрика